Aku, Seni dan Biennale. Mengubah Impian Menjadi Kenyataan #Part2

Jika pada bagian pertama saya berbicara banyak mengenai tentang apa itu seni. Pada coretan yang kedua masih dengan title yang sama namun cuma beda di part nya aja, saya ingin menjelaskan sedikit tentang apa itu Biennale Jogja. Biar temen - temen ga pada penasaran tentang apa itu Biennalle. Tak lupa sedikit banyak perjuangan saya menuju impian akan saya hadirkan melalui tulisan ini. Monggo silahkan disimak terlebih dahulu :

Biennale Jogja merupakan merupakan suatu media untuk menuangkan karya - karya para seniman. Disini juga kita bisa belajar banyak mengenai seni karya ciptaan manusia. Biennale Jogja kini telah menjadi perhelatan seni rupa paling kuat dan konsisten di Indonesia, dan memberikan konstribusi penting bagi dinamika dunia seni, baik lokal maupun regional di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Sedangkan untuk BJBloghoping itu sendiri merupakan sebagai bagian dari rangkaian acara Biennale Jogja XII: Equator #2. tersebut yang mengambil tema perpaduan budaya Negara Timur tengah dan Indonesia juga pastinya.

Kembali ke topik saudara - saudara. . . .

Perjalanan untuk mewujudkan impian tentunya saya meminta restu kedua orang tua dan berangkatlah saya dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah yakni Kota Harapan Magelang. Dengan mengendarai si merah saya berangkat dengan penuh keyakinan dan tetap selalu Keep Smile.


Awal perjalanan alhamdulillah Allah SWT masih diberi kelancaran kepada saya dengan jalanan yang cukup lengang di tengah kota Magelang. Hari yang cerahpun menyertai perjalanan saya kali ini.



Tak terasa akan melewati Jembatan Kali Krasak, perbatasan provinsi Yogyakarta - Jawa Tengah. Si merahpun melaju dengan lancar.


Dan tibalah saya dijalanan yang padat di sudut kota Jogja. Panasnya udara siang itu, ditambah suara klakson dan polusi pun menjadi campur aduk. Namun itu semua tidak menyurutkan semangat dan spirit saya untuk visit ke acara pameran Biennale. Semangat dan spirit apa bedanya sob? Jelas beda sob, Semangat itu pake bahasa Indonesia Sedangkan Spirit itu bahasa Inggris. Bener lho cek aja di Google Translate, wkwkwkwk. . .


And Finally, Alhamdulillah sampai juga di Taman Budaya Yogyakarta salah satu tempat diadakannya pameran Biennale. Lokasinya sendiri berada di Jl. Sri Wedari, tepat di belakang Objek Wisata Taman Pintar, Yogyakarta.

Source Img : http://yogyakarta.panduanwisata.com/


Di tempat ini berbagai macam hasil karya seni disuguhkan dengan sangat menawan. Pameran kali ini kalau yang aku tangkep mengambil tema bernuansa Timur Tengah pertemuan antara Indonesia dan beberapa negara di kawasan Arab, terbukti dengan perpaduan nuansa islami dan kultur budaya yang cercetak pada Tentang pengambilan tema tersebut

Walaupun kalau boleh jujur saya pribadi bukan pemerhati seni (lha wong tiap hari megangnya coding sama laptop) bukan berarti saya tidak menyukai tentang seni. Ya seperti yang sudah saya coretkan dalam artikel bagian pertama bagi saya pribadi keindahan suatu seni itu tidak hanya terletak dalam output dari seni tersebut, proses dalam pembuat output seni tersebutlah yang akan membuat kita dapat meresapi arti sesungguhnya dari seni. Karena dari proses iulah kita bisa belajar dan terus menggali kemampuan yang kita miliki. Sedangkat output nya ya bisa dibilang bonus dari proses yang kita buat.

Saya cukup terkagum dengan barang - barang dan koleksi yang ditampilkan di dalam ruang pameran. Mungkin beberapa karya saya anggap sederhana tapi jika dilihat lebih dalam dari kaca mata para master - master seni, sungguh memiliki suatu makna tersirat yang membuat orang susah untuk berkata - kata. Dan dari sinilah (Pameran Biennale) saya mendapatkan suatu kesimpulan bahwa ternyata seni itu bisa dihasilakan atau di dapatkan dari hal - hal yang ada disekeliling kita. Mau tau apa saja karya - karya yang ditampilkan di dalam Taman Budaya Yogyakarta, Check This Out Guys :

Pertama kali memasuki terasnya Taman Budaya Yogyakarta (TBY) saya langsung disambut dengan mahakarya yang mengagumkan dan bikin tersenyum siapupun yang melihat dan membaca nya. Jujur saja ga tau namanya itu apa, tapi kalau orang awam seperti aku mungkin menilainya sebagai semacam komik, sepenggalan komik yang tercetak pada kanvas yang berukuran cukup besar. Narsis dikit gapapa kan, mumpung masih muda . .


Tulisan koplak yang satu ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa Don't Judge A Book By It's Cover. Pasti rekan - rekan semua sudah tahu apa maksud dari pepatah tersebut.

Kalau yang satu ini mungkin cocok buat orang yang baru kita kenal, maksudnya jangan sesekali mempersilahkan masuk sesorang ke dalam rumah sebelum menanyakan maksud dan tujuan kedatangan. Yaa kalau nekat jadinya seperti sepenggal kisah dibawah ini. wkwkwkwk. . . . .


Maaf kalau ada penampakan tangan, itu merupakan tangan rekan saya yang membantu saya dalam mendokomuntasikan perjuangan saya ini. Gapapa lah narsis, walaupun cuma keliatan tangan kanannya doang.


Next

Masuk di dalam ruangan saya langsung di sambut sama mbak - mbaknya yang cantik yang jaga ruang pameran, kemudian tak lupa saya mengisi buku tamu. Wis wis lanjut lanjut ra penting iki . . . Ok Bro Woles :D

Kalau ini merupakan karya yang manampilkan keseluruhan dari peta Yogyakarta. Mungkin maksudnya biar para visitor di pameran pada ga nyasar kali ya. Dalam menjalani hidup dibutuhkan seorang guru atau motivator yang memberikan petunjuk yang mengarahkan kita ke jalan yang benar seperti layaknya sebuah peta. Foto dulu ah biar ga nyasar di dalam ruang pamerannya.


Buku adalah Jendela dunia. Di dalam pameran juga banyak dipajang buku - buku yang banyak kaitannya dengan seni dan juga yang berbau tentang ke dunia Arab. Pesan yang mungkin dapat dipetik dari sudut ini ialah Bacalah cerita yang ada di dalam buku sehingga engkau dapat menerapkan ilmu yang terkandung di dalamnya sebelum buku itu menceritakan dirimu. :)


Gambaran muslim yang berdomisili di Kab. Gunung Kidul pun diangkat menjadi sebuah karya dalam pameran seni kali ini. Awsome . . .



Budaya bergerak, apaan ya?  Menurut penafsiran saya mungkin menggambarkan bahwa karya seni itu akan terus ada dan selalu berkembang. Di tengah - tengah kehidupan kita yang semakin lama semakin kompleks. Apapun profesi kita, apapun basic kita, seni akan tetap hidup di dalam jiwa kita. Karena sejatinya masing - masing individu memiliki jiwa seni, tinggal bagaimana cara kita memanfaatkan keberadaan seni yang ada di sekitar kita. Sehingga apa yang kita inginkan akan tercapai.


Beberapa kaki kuda yang menggelantung diatas eternit, Mungkin diatas TBY ada kandang kudanya. wkwkwk. .  Keren, keren. . .


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, saatnya bergegas menuju tempat perisitirahatan.



Dan itulah sedikit cerita perjuangan dana pengalaman saya untuk menuju impian yang ingin saya capai. Impian saya ialah ingin membahagian kedua orang tua selagi mereka berdua masih hidup. Bagaimana caranya sob? Apa hubungannya dengan karya - karya seni diatas? Jika sobat jeli pada beberapa karya diatas saya slempitkan atau saya selipkan beberapa makna tersirat dari sebuah karya seni.

Beberapa makna tersirat tersebut merupakan sebagian dari seni saya atau cara saya untuk mewujudkan impian saya tersebut. Standing applouse dan Ucapan terima kasih yang sebesar - besarya saya ucapkan kepada rekan - rekan seniman dan rekan - rekan penyelenggara pameran bienalle, karena dari tempat tersebut saya dapat belajar menjadi individu yang lebih produktif dan kreatif sehingga dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Overall saya cukup puas dengan acara pameran nya, Pokoe ga rugi wes mampir ke pameran. Sekian saya mau istirahat dulu. Semoga Hari esok impian saya tesebut akan menjadi kenyataan. Saam hangat . . .


Artikel ini di ikut sertakan ke dalam BJ Bloghopping: Kompetisi Blog Kreatif BJXII

4 comments

Berbicara masalah seni pasti tidak akan ada ujungnya, pandangan orang tentang seni tentu berbeda beda terutama seni fotografi, yang terkadang mengundang kontoversi. Keren sob artikelnya, semoga cita-citanya dapat tercapai.Ammiin :)
Oya kenapa air kencing suka di sebut air seni ya he....

wah rame banget yah di Jogja, gk jauh berbeda dengan bandung yang selalu padat sama motor :D

semoga semua apa yang di cita cita kan dapat terwujud ya mas, dan dapat mengobati semua rasa penat yang dirasakan

semoga yang menjadi harapan, tujuan dan cita-cita mas aditya bisa terwujud. Saya hanya bisa memberikan support doa saja semoga berjalan lancar ya mas :)

Bagaimana Pendapat Anda?

Diberdayakan oleh Blogger.