Pengalaman Menurunkan Berat Badan Hampir 100 Kg ke 70 Kg

Sebelumnya perkenalkan nama saya Aditya Nugroho usia 23 tahun pemilik dari blog sederhana aditya-web.com. Aktivitas saya saat ini ialah sebagai salah satu karyawan back office di perusahaan finance / pembiayaan sepeda motor di Jawa Tengah. Di sela - sela kesibukan saya sebagai buruh di tempat orang saya mau berbagi cerita saya perihal obesitas.

Mungkin di tulisan - tulisan saya sebelumnya lebih banyak sharing seputar dunia online baik itu artikel bertemekan review bisnis online, jual beli online maupun seputar start up teknologi. Namun di kesempatan kali ini saya ingin sharing - sharing perihal pengalaman saya pribadi menurunkan berat badan dari yang hampir mendekati 1 kwintal yakni 96 kg menjadi 70 kg atau turun sekitar 25 kg.

Pengalaman Aditya Menurunkan Berat Badan Hampir 100 Kg ke 70 Kg
Cuma turun 25 kg aja kok :D

Awal Mula dan Terjadinya Obesitas

Semenjak SD, SMP, SMA pun hingga terlebih ketika masuk bangku perkuliahan di salah satu Universitas Negeri di Yogyakarta berat badan saya tergolong sangatlah tidak normal. Tidak normal disini boleh dikatakan sebagai overweight. Ketika kuliah, tinggi badan 171 cm namun berat badan saya mencapai 96 Kg. 96 kg ini merupakan berat badan tertinggi yang pernah saya miliki. Jika dikalkulasikan dengan hitung - hitungan versi BMI (Bio Massa Index) tubuh saya berada diangka 32.8 itu berarti sudah memasuki jenis Obsitas Kelas 1.

Perhitungan BMI bisa anda cek melalui kaltulator BMI Berikut. Tentu saja banyak hal yang menyebabkan berat badan saya semakin melebar diantaranya :

1. Doyan Ngemil. 

Ngemil membuat asupan kalori tubuh kita tidak terkontrol. Karena prinsip ngemil itu sedikit demi sedikit alhasil menjadi bukit. Sebagai samplenya, Rekan - rekan tau Wafer Tango rasa vanilla dalam bentuk toples black? Itu pernah saya habiskan hanya dalam waktu 1 jam saya. Itupun saya makan ketika waktu malam hari di tempat kos saya ketika kuliah di Jogja.

2. Makan Porsi Kuli dan Terlalu Larut.

Dengan aktivitas sebagai mahasiswa yang boleh dikatakan tidak terlalu banyak memakan aktivitas fisik, namun entah mengapa kala itu porsi makan saya hampir mirip dengan porsi para tukang kuli bangunan. 1 Piring berisi nasi putih penuh berisikan lauk pauk selalu menggoda lidah saya untuk menyantapnya. Hal lainnya, Ketika masih ngekos sering kali saya makan diatas jam 12 malam. Rasa lapar itu tiba - tiba datang dengan sendirinya. Jika tidak diberikan asupan makanan saat itu. perut seakan meronta - ronta untuk dimintai pertanggungjawaban berupa makanan.

3. Suka Begadang.

Aktivitas sebagai mahasiswa dimana jadwal perkuliahan yan tidak menentu membuat saya suka begadang dan tidak bisa menjaga ritme pola tidur saya. Terkadang jam 12 malam baru tidur, atau kadang jam 3 pagi baru tidur. Terkadang setelah nonton bola sekitar habis shubuh baru tidur. Kebetulan saya pribadi seorang Madridista.

4. Olahraga Jarang

Jangankan untuk olahraga atau sekedar lari - lari kecil, terkadang hanya untuk berjalan membeli sesuatu di warung sebelah yang jaraknya berkisar 50 - 100 meter saya memilih untuk mengendarai sepeda motor.

Akibat Obesitas

Banyak hal yang saya alami ketika memiliki badan cukup besar. Diantaranya:
  1. Kesulitan menemukan ukuran baju dan celana yang sesuai. Karena ukuran XL pun terkadang sudah sangat sempit bila saya kenakan.
  2. Badan mudah merasa lelah dan mengantuk. Mau ngapa - ngapain males. Tiap kali beraktivitas fisik sedikit saja, badan ga tau kenapa terasa lelah dan ingin sekali tubuh sesesegera mungkin diletakkan di lantai atau kasur sebagai tempat merebahkan diri. 
  3. Begitu pula dalam melakukan ibadah Solat. Kebetulan saya seorang muslim, ketika melakukan gerakan I'tidal dalam solat atau duduk diantara dua sujud saya kesulitan dalam memposisikan kaki kanan saya. Karena tumpukan lemak di bagian paha dan perut saya membuat gerakan solat saya yang satu ini menjadi terganggu dan tidak sempurna.
  4. Dan yang paling terasa ialah kesulitan dalam mencari pekerjaan. Ungkapan Don't judge the book by the cover sepertinya tidak berlaku dalam urusan mencari pekerjaan. Sehabis lulus kuliah saya sudah puluhan perusahaan saya lamar / apply. Namun beberapa menolak lamaran saya. Ada yang cuma sampai tahap interview HRD saja ada yang sampai tahap interview user namun ditolak. Mungkin bisa jadi salah satu faktor mereka menolak saya ialah karena fisik badan saya yg cukup besar waktu itu.
Usaha Menurunkan Berat Badan dan Melawan Obesitas

Berawal dari akibat - akibat obesitas diatas, mulai pertengahan 2015 saya mulai mencoba merubah pola hidup saya. Diantaranya dengan :

Pengalaman Menurunkan Berat Badan Hampir 100 Kg ke 70 Kg
Pengalaman Aditya Menurunkan Berat Badan Hampir 100 Kg ke 70 Kg
Kira - kira, cakepan yang kiri (2015) atau yang kanan (2016 - sekarang)? :D

1. Niat, Tujuan dan Komitmen

Namanya orang berubah harus didasari dengan niat, tujuan dan komitmen yang kuat. Tujuan diet yang saya lakukan ialah hanya untuk satu hal yakni menjaga tubuh agar tetap sehat. Jika secara fisik tubuh besar saya menjadi menyusut atau muka kelihatan lebih tirus itu saya anggap sebagai bonus dari menerapkan pola hidup sehat. Berbeda bila tujuan saya agar badan menjadi kecil, karena bukan tak mungkin bila badan saya sudah mencapai berat normal akan kembali melebar kembali kalau pola hidup sehat saya tidak seterusnya saya jalankan. Jadi tanamkan dalam pikiran dan hati kita bahwa diet agar sehat, bukan diet agar berbadan kecil.

2. Olahraga.

Olahraga yang saya lakukan tidaklah terlalu berat dan saya pribadi tidak terlalu memaksakan diri. Seperti olahraga murah meriah joging keliling lapangan seminggu 2 - 3 kali. Ditambah gerakan tambahan seperti push up, sit up atau skot jump sesudah selesai berlari. Waktu awal - awal berolahrga untuk 1 kali putaran joging saya sudah merasa terlalu berat, saya pribadi juga tidak terlalu memaksakan tubuh saya untuk terus berlari kalau sudah dirasa capek saya istirahat atau saya sudahi. Namun dengan metode bertahap dan seiring berjalannya waktu minimal dalam satu sesi putaran bisa sampai 7 - 10 putaran dengan perkiraan 1 putaran jaraknya plus minus 500 m.

Poin kuncinya bukan seberapa jauh atau seberapa cepat jarak yang kita tempuh untuk sekali joging, melainkan konsistensi rutin tidaknya kita dalam hal melakukan olahraga tersebut. Yang penting gunakan pola latihan bertahap misal 1 minggu awal kuat satu putaran joging, ya jalanin aja. Minggu kedua kita upgrade menjadi 2 kali putaran begitu seterusnya.

3. Pola Makan

Asupan makan kita juga harus kita benahi kontrol jika kita ingin menurunkan berat badan. Awalnya porsi makan seperti biasa yakni masih nasi putih dengan segala lauk pauknya sehari 2 kali. Tentu dibarengi dengn olahraga. Namun ternyata bagi saya itu tidak terlalu berpengaruh banyak. 

Lalu saya bereksplorasi dan terus mencoba sampai menemukan pola diet yang tepat bagi tubuh saya. Setelah saya membaca di beberapa sumber baik media online maupun video youtube. Pola makan yang saya jalankan sampai saat ini ialah :

Pagi. Saya sarapan menggunakan makanan berprotein seperti putih telur. Atau jika ada 1 buah pisang raja. Tempe atau telur bacem bisa dijadikan alternatif sarapan pagi, asal diolahnya bukan dengan cara digoreng lho ya :)

Siang. Saya lebih banyak konsumsi makanan dengan tinggi serat seperti sayur sayuran. Nasi kadang - kadang masih sering makan namun tentunya saya kurangi takaran porsinya. Nasi bisa diganti dengan sumber karbohidrat lainnya seperti ubi - ubian, jagung atau kentang. Lebih seringnya saya makan kentang. Salah satu menu favorit saya disini ialah bukan tak lain ialah gado - gado. Untuk sumber protein hewani lainnya terkadang masih konsumsi seperti paha ayam atau daging. Namun dengan catatan untuk tidak menggabungkan karbohidrat seperti nasi putih dengan protein hewani dalam porsi makan saya. Semisal kalau mau makan ayam, ya ayam plus sayur - sayuran saja.

Sore & Malam. Saya pribadi tidak pernah makan berat diatas jam 6 sore. Jika memang perut meminta saya untuk memasukkan sesuatu, maka buah - buahan lah menu yang tepat untuk hal ini. Pepaya, nanas, apel, jeruk bisa diajdikan alternatif buah yang murah meriah. Namun ingin jangan terlalu larut untuk mengkonsumsinya, karena bagaimanapun buah juga mengandung kalori sumber energi untuk tubuh.

Semua pola makan saya diatas saya barengi dengan konsumsi air putih 3 - 5 liter sehari. Bahkan terkadang kalau lagi di kantor sudah tak terhitung berapa kalai saya minum air putih dan bolak - balik toilet kantor untuk sekedar mengeluarkan air kencing. Minuman manis - manis yang mengandung gula atau bersoda juga saya kurangi porsinya. Bahkan sudah jarang saya meminumnya. Atau kalau pingin ada manis - manisnya minum saja satu buah kelapa muda tanpa tambahan gula atau pemanis sejenisnya, sebagai mana yang kita tahu air kelapa muda bermanfaat bagi detoksifikasi atau pengeluaran racun dalam tubuh.

4. Bersabar

Semua hal diatas saya jalankan kurang lebih dalam jangka waktu kurang lebih 12 bulan dan berat badan turun sekitar 25 kg. Atau sekitar 2 - 3 kg setiap bulannya. Ukuran kaos yang saya kenakan tadinya XL cowok (perut sesak) sekarang berkisar di ukuran L atau kadang M pun masuk. Kemeja size 16 1/2 sekarang menjadi 14 1/2 saja. Untuk celana panjang seperti jeans ukuran 40 an lebih sekarang turun diangka 36 - 38.    

Banyak hal atau rintangan yang membuat saya hampir menyerah untuk menurunkan berat badan namun karena tujuan dan niatlah membuat saya untuk tetap bertahan dengan pola hidup sehat seperti diatas. Memang yang namanya ingin menurunkan berat badan tidak semerta - merta berat badan langsung turun atau perut langsung rata. Semua butuh yang namanya proses dan cepat lambat akan terbentuk secara bertahap. Mungkin awalnya dari gumpalan - gumpalan lemak yg selama ini menutuph wajah mulai memudar dan kelihatan tirus disusul bagian paha mengecil kemudian baru perut. Ingat setiap efek yang terjadi pada orang berbeda - beda bentuk reaksi fisiknya, yang terpenting tetep fokus dan jalani aja terus konsistensi rutinitas hidup sehatnya.

Dan Terakhir

Sebagai catatan disini saya tidak pernah menggunakan atau mengkonsumsi obat - obatan atau minuman herbal. Pernah tergoda untuk mengkonsumsi minuman sejenis milshake tapi karena budget yang pas - pasan saya urungkan niat untuk membelinya :D. Saya pribadi memang bukan ahli dalam bidang gizi atau ahli kebugaran. Semua cara dan pengalaman saya diatas saya lakukan sumber utamanya ialah internet tentunya dan beberapa teman - teman saya yang pernah menjalankan program diet. Jika anda mau mengikuti cara saya diatas monggo silahkan, tapi kalau ada apa - apa mohon maaf saya tidak tanggung jawab dengan apa yang rekan rekan alami, seperti yang saya katakan di akhir paragraf sebelumnya "setiap reaksi fisik yang muncul pada tubuh kita berbeda - beda".

Pengalaman Aditya Menurunkan Berat Badan Hampir 100 Kg ke 70 Kg Pengalaman Aditya Menurunkan Berat Badan Hampir 100 Kg ke 70 Kg
Keliatan bedanya ga :D

Itulah sedikit penggalan kisah cerita hidup saya dalam perjuangan melawan obesitas. Semoga bermanfaat bagi rekan - rekan yang kebetulan numpang lewat di blog sederhana ini. Atau mungkin rekan - rekan pernah punya cerita seputar pengalaman menurunkan berat badan? Silahkan rekan share melalui kotak komentar di bawah ini. Barangkali apa yang rekan bagikan bisa jadi motivasi dan menambah semangat untuk rekan - rekan lainnya khususnya bagi yang sedang berjuang menurunkan berat badan. Selamat berjuang,  semangatttt. . . . .. . . :)

16 comments

jadi motivasi mas, cara menurunkannya perlu dicobas smoga cocok efeknya.
saya juga gak ideal bobot tubuhnya, pernah nyoba menurunkan BB, tetapai selalu nggak konsisten,

Kuncinya yang penting niat dulu. Eksekusinya dilakukan secara bertahap dan kudu konsisten. Semoga berhasil mas. Hindari juga yang namanya ngemil :D

saya sepertinya harus memulai menghentikan pertambahan berat badan saya ini, apalagi setelah menikah ini semakin cepat saja

lebih ganteng yang sekarang mas adit. hehehee
selamat karena sudah sukses menemukan badan yang ideal.

Gapa2 mas. Itu tandanya Mas Huda makmur dan dirawat sama istri tercinta. Temen2 saya juga banyak yg sharing sehabis menikah berat badan menjadi bertambah, yg penting asalkan masih dalam batas wajar berat badan dan melakukan pola hidup sehat, itu tidak menjadi masalah :)

Wah, tipsnya perlu di coba nih mas. Soalnya aku juga termasuk kurang proporsional alias rada kegemukan 😀

Baru tau kalau begadang ternyata juga mengakibatkan obesitas, selama ini aku pikir malah sebaliknya, kurang tidur jadi kurus...

Baru tau kalau begadang ternyata juga mengakibatkan obesitas, selama ini aku pikir malah sebaliknya, kurang tidur jadi kurus..

Sebelumnya saya ucapkan selamat atas keberhasilanya menurunkan obesitas, cerita ini sangat memotifasi bagi yang memiliki tubuh subur dan ingin menurunkannya. Saya sendiri sebenarnya justru kebalikanya Gan, dari dulu BB gak naik2 dan sampai sekarang masih perjuangan naikin BB Gan biar tampil agak gemuk dikit ,,,

Tambah cakep itu bonus mas :D Tujuan utamanya kan biar sehat :)

Karena dulu dalam begadang yg saya lakukan, saya juga sering dibarengi dgn ngemil di malam hari. Jadi sudah tak dipungkiri lagi, berat badan pasti melonjak drastik kala itu :)

Karena begadangnya sering dibarengi dengan ngemil. Jadi sudah tidak dipungkiri berat badan kala itu jadi tidak terkontrol :D

Ya mas. Tujuan setiap orang melakukan sesuatu memang berbeda - beda. Di satu sisi ada yg bersusah payah menurunkan berat badan spt saya, di satu sisi ada yg makannya banyak tapi ga gemuk - gemuk. Yang penting tetep konsisten dan menjalankan pola hidup sehat untuk mencapai tujuan trsbt sesuai yg kita inginkan :)

Bagaimana Pendapat Anda?

Diberdayakan oleh Blogger.