4 Tips Cerdas Memilih Aplikasi Saham Terbaik agar Tidak Menyesal

Dunia teknologi tanpa kita sadari sudah semakin maju, sehingga kebutuhan kita semakin gampang dipenuhi. Coba saja kamu yang mau memesan ojek, pesan makanan, booking tiket atau hotel, dan masih banyak lagi sudah bisa dilakukan hanya melalui aplikasi saja. Begitu juga dengan bermain saham kamu bisa melakukannya tanpa batas dan di mana saja melalui aplikasi saham yang tersedia.

4 Tips Cerdas Memilih Aplikasi Saham Terbaik agar Tidak Menyesal
Ilustrasi : Aplikasi Saham (pexels.com)

Ya, seiring berjalannya waktu, dunia saham sudah mengikuti arus kemajuan teknologi, sehingga perusahaan-perusahaan sekuritas membuat aplikasi tersendiri agar nasabahnya semakin gampang mengakses saham miliknya. Bisa dilakukan di gadget mana saja, seperti laptop, tablet, atau smartphone, kamu tidak usah datang lagi capek-capek ke kantornya.

Tapi, karena semakin banyaknya aplikasi saham yang beredar di masyarakat, kita tidak tahu mana yang bisa kita percayai. Asal pilih tentu membuat kamu tidak mendapatkan keuntungan. Karena itu, baca dulu tips-tipsnya di bawah ini buat kamu yang masih bingung.

1. Setoran Awal Yang Berlaku

Ketika kita mau bermain saham, hal pertama yang harus kamu siapkan dan tidak boleh terlewatkan adalah mendepositkan dulu sejumlah uang ke dalam rekening sahammu. Fungsi deposit itu bisa kamu pakai untuk membeli lot yang membuatnya berkurang atau bertambah ketika kamu mendapat keuntungan.

Setiap perusahaan tentu memberikan ketentuan yang berbeda-beda mengenai setoran awalnya. Ada yang mengharuskan deposit Rp 1 juta, Rp 2 juta, bahkan sampai Rp 10 juta. Harga setoran awal tentu akan sangat berat kalau kamu hanya berbudget terbatas saja. Tapi harga yang terlalu murah pun jangan kamu langsung percayai karena belum tentu kredibilitas perusahaannya benar.

Karena itu, kamu harus benar-benar mencari tahu dulu berapa setoran awal yang bisa kamu gunakan.

2. Pilih Yang Transaksinya Kecil

Meski kita hanya bermain saham, dalam aplikasi saham tentu ada transaksi tersendiri karena perusahaan tentu juga mau mendapatkan keuntungan yang lain. Keuntungan itu biasanya didapat oleh broker yang menjadi pendamping kamu saat menggunakan aplikasinya. Masing-masing dari kegiatan jual beli saham ada komisinya yang berbeda-beda.

Misalkan saja untuk berhasil beli, mereka akan mendapat komisi 0,5 persen. Tapi ketika berhasil menjualnya, pihak mereka mendapat 0,8 persen. Pembagian persenan itulah yang nantinya akan dikenakan dan setiap perusahaan sekuritas tidak sama dalam jumlah transaksinya.

Buat kamu yang tidak mau rugi, apalagi seorang pemula, pastikan pilih yang transaksinya kecil. Pemilihan besar kecilnya pembagian transaksi ini bisa mempengaruhi berapa keuntungan jual beli yang kamu dapatkan nanti. Karena itu, kamu harus pintar membandingkan antara aplikasi saham yang satu dengan yang lainnya.

3. Tidak Susah Membuka Rekening

Meski melalui aplikasi saham, tetap saja kamu harus jeli dalam pembuatan rekening saham. Kalau memang aplikasi itu serius dalam membantu nasabahnya, harusnya mereka menawarkan kemudahan dalam membuka rekening barunya.

Cukup melampirkan berkas tertentu tanpa harus meribetkan nasabahnya. Jangan lupa, pastikan mereka memberikan syarat dan ketentuan yang lengkap agar saat mendaftarnya kamu tidak merasa dipermainkan.

4. Terdaftar di OJK

Dalam memilih aplikasi saham, yang paling penting adalah sudah terdaftar di OJK atau belum. Kalau belum, sebaiknya kamu jangan menggunakannya karena termasuk aplikasi bodong yang hanya mengambil keuntungan semata saja. Tapi kalau sudah masuk ke dalam daftar OJK, kamu tidak usah khawatir lagi dengan kredibilitasnya.

Membicarakan kredibilitas, salah satu perusahaan investasi di Indonesia yang populer di masa kini yaitu mandirisekuritas.co.id. Perusahaan sekuriti yang berasal dari Mandiri ini merupakan perusahaan yang sudah dipercayai oleh masyarakat Indonesia. Mereka menawarkan berbagai macam jasa dan layanan investasi yang membantu kamu untuk mendapatkan banyak keuntungan. Jadi tidak ada salahnya kamu mencobanya juga.

Bagaimana Pendapat Anda?

Diberdayakan oleh Blogger.