5 Kesalahan Besar Digital Marketing yang Tidak Kita Disadari

Di era di mana teknologi akan terus berkembang, Anda akan sepakat bahwa digital marketing sangatlah penting untuk meraih dan menarik konsumen dan pasar. Banyak orang yang ingin berinteraksi dengan brand favorit mereka di platform sosial, menemukan mereka di kolom pencarian, dan terus mendapatkan informasi seputar update produk dan promo melalui email.

5 Kesalahan Besar Digital Marketing yang Tidak Disadari
Ilustrasi : Kesalahan dalam digital marketing (brilliantdigital.com.au)

Itulah mengapa  strategi digital haruslah efektif dan hadir ketika konsumen membutuhkan dan membuat mereka selalu terhubung dengan bisnis yang Anda jalankan. Contoh nyata dari usaha digital marketing yang sudah dilakukan banyak orang adalah dengan memanfaatkan media sosial dan website untuk kebutuhan jual beli online.

Baca Juga : 5 Cara Menaikan Omset Bisnis Online Anda Melalui Website

Dengan memaksimalkan platform digital tersebut, pengelolaan bisnis akan menjadi lebih efektif dan fleksibel. Anda bisa menjalankan bisnis tanpa harus menyewa lapak dengan harga selangit untuk melakukan transaksi jual beli dengan para konsumen.

Hanya saja, ada beberapa kesalahan digital marketing, yang dilakukan para pelaku bisnis, yang membuat kesuksesan digital marketing menjadi tertunda. Mereka seakan melakukan kegiatan digital marketing yang benar, namun tidak berhasil memberikan pengaruh ke dalam traffic, leads conversion, dan sales.
Apakah Anda mengalami hal yang sama? Sebelum melangkah terlalu jauh, berikut ini adalah 5 kesalahan besar digital marketing yang biasanya tidak disadari dan harus Anda hindari.

1. Tidak Memiliki Target dan Tujuan yang Jelas

Tidak Memiliki Target dan Tujuan yang Jelas

Langkah pertama dalam membangun rencana digital marketing adalah dengan memiliki audiens yang dituju dan juga hasil yang ingin dicapai. Mengetahui siapa konsumen Anda akan bisa memastikan Anda membuat konten yang menarik dan sesuai dengan audiens yang Anda tuju.  

Cari tahu apa yang mereka inginkan, apa yang mereka sukai, apa yang mereka butuhkan. Sehingga Anda akan lebih bisa menarik audiens yang tepat. Selain itu, Anda juga perlu untuk membuat tujuan yang jelas akan apa yang ingin dicapai. 

Untuk menentukan tujuan dan target pasar, hal pertama yang perlu dilakkan adalah mencari tahu letak geografi target pasar, data demografi berupa usia, jenis kelamin, hingga penghasilan calon konsumen, serta harga berdasarkan kekuatan ekonomi. Dengan begitu, Anda bisa menentukan strategi digital marketing yang tepat untuk usaha Anda.

2. Tidak Membuat Dokumentasi Strategi


Tidak Membuat Dokumentasi Strategi


Mendokumentasikan strategi digital marketing sama pentingnya dengan membuat strategi digital marketing. Dengan begitu Anda bisa menghindari kesalahan yang sama. Anda harus mendokumentasikan beragam strategi yang dilakukan. Langkah ini dilakukan untuk mengevaluasi kembali apa saja strategi yang sudah Anda lakukan, apa saja yang belum tercapai, dan apa saja yang bisa lakukan untuk mencapai target berikutnya.

Mengapa evaluasi dan penentuan strategi digital marketing begitu krusial dan tidak boleh dilewatkan? Hal ini disebabkan karena tiap target pasar suatu bisnis pasti memiliki gaya kebutuhan dan konsumsi yang berbeda-beda. Misalnya, jika target pasar Anda adalah mereka yang masih berumur 15-25 tahun, pemanfaatan media sosial masih dirasa efektif untuk digunakan.

Selain itu, buatlah sebuah deadline kapan strategi berhasil dan tidak. Jika tidak, gunakan strategi lain. Tapi, jangan lupakan strategi lama begitu saja. Dokumentasikan seberapa efektif strategi tersebut dengan strategi lain setelahnya. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui bahwa Anda menggunakan strategi yang lebih baik atau bahkan lebih buruk dan bisa belajar dari sana.

3. Posting Media Sosial Tanpa Tujuan

Posting Media Sosial Tanpa Tujuan

Media sosial adalah tempat di mana audiens berinteraksi dengan audiens lainnya. Sehingga yang harus Anda lakukan adalah dengan meningkatkan interaksi tersebut. Jangan sampai, Anda tidak memiliki tujuan dalam memposting konten di media sosial.

Konten yang ada di dalamnya pun harus dirancang dengan baik. Jika Anda menggunakan Instagram, Anda perlu memikirkan matang-matang mulai isi konten, penataan feed hingga jadwal penerbitan konten.

Baca Juga : 5 Tips Membuat Deskripsi Iklan Online Yang Baik dan Efektif

Walaupun Anda merupakan akun bisnis di media sosial, jika Anda membuat konten yang bisa memberikan interaksi bermakna antarpengguna media sosial, maka Anda akan mendapat impresi yang baik. Konten haruslah mengedukasi, menghibur, menginspirasi, mengundang engagement, dan membuat pengguna melakukan aksi yang jelas.

Maksimalkan dengan copywriting yang menggugah dan maksimalkan visual dengan grafis yang menarik. Jangan lupa untuk menggunakan hashtag agar orang-orang di luar follower Anda juga bisa mengakses konten yang diunggah.

4. Tidak Menggunakan Hosting dan Mengupdate SEO Strategi

Tidak Menggunakan Hosting dan Mengupdate SEO Strategi

Untuk Anda yang ingin memanfaatkan website, hal utama yang harus Anda perhatikan adalah hosting dan domain. Hosting adalah tempat di mana Anda menyimpan data-data website dan juga tools berupa plugin yang diinstall di dalamnya. Manfaatkan juga nama domain murah untuk website Anda dan maksimalkan untuk kebutuhan branding bisnis Anda.

Aspek lain yang tidak boleh Anda lewatkan adalah SEO (Search Engine Optimization). Algoritma mesin pencarian seperti Google akan selalu berubah dan diupdate secara rutin. Karenanya, Anda tidak bisa begitu saja berpaku pada satu strategi SEO tanpa mengupdatenya. Ada banyak hal yang harus dilakukan. Yang pasti adalah dengan melakukan strategi SEO termutakhir agar Anda selalu muncul di kolom pencarian.

5. Tidak Menggunakan Story Telling untuk Penjualan

Tidak Menggunakan Story Telling untuk Penjualan

Cerita yang baik akan menjual. Karenanya, jangan sampai membuat konten digital marketing yang tidak menjual dengan memberikan cerita yang membosankan. Cerita yang baik akan bisa meningkatkan kredibilitas dan juga membangun kepercayaan.

Karenanya, Anda perlu untuk membuat ini semua. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan membuat cerita tentang studi kasus, di mana ada seseorang yang tidak menggunakan produk Anda, kemudian terbantu setelah menggunakannya. Kekuatan konten memang tidak bisa disepelekan!

Kesimpulan

Bisnis dengan menggunakan digital marketing sebagai strategi pemasaran suatu bisnis memang bisa sangat menguntungkan. Hal ini berlaku bagi pebisnis pemula maupun perusahaan-perusahaan dengan bisnis berskala besar. Namun, hasilnya juga tidak akan maksimal apabila Anda tidak memperhatikan kebutuhan pasar dan isi konten pemasaran dari bisnis Anda.

Untuk itu, hindari kesalahan-kesalahan di atas agar strategi digital marketing Anda bisa diterima dengan baik oleh para konsumen dan meningkatkan omset bisnis Anda.
Diberdayakan oleh Blogger.