Cerita Lari - Mengikuti Pocari Sweat Run Bandung 2019 (Pengalaman, Review & Keseruan)

Dari start terlambat 5 menit, kepala dilempar gelas minum plastik di WS KM 11, drama di KM 17 hingga berebut foto kang Emil bareng emak - emak runners

Halo sobat readers dan runners dimanapun anda berada. Kali ini saya mau berbagi cerita nih tentang pengalaman ketika mengikuti Pocari Sweat Run Bandung, West Java Marathon (PSRB) 2019 yang mana lokasi event nya berada di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Event dilangsungkan pada hari Minggu, 28 Juli 2019. Saya sendiri mengikuti kategori Half Marathon (21 Km).

Gallery PSBR 2019 - Rebutan Foto Pak Ridwan Kamil bareng emak - emak runners :-D
Gallery PSRB 2019 - Rebutan Foto Pak Ridwan Kamil bareng emak - emak runners :D

Event yang di tahun sebelumnya lebih dikenal bernama Pocari Sweat Bandung Marathon (PSBM) berganti nama di 2019 menjadi Pocari Sweat Run Bandung (PSRB) 2019. Entah apa yang menjadikan pergantian nama event ini.

Namun yang pasti melihat review - review dari temen - temen runners yang sudah - sudah. Event lari marathon yang cukup bergengsi satu ini wajib dijadikan agenda tahunan, selain destinasi wisata dan kuliner dari kota Bandung itu sendiri.

The Story Begin

Perjalanan saya dimulai dari awal keberangkatan menuju Bandung. Kebetulan saya pribadi berdomisili di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Tempat dimana Borobudur Marathon 2019 akan berlangsung. Kalau sampai ada runners ga tau tu event apa kebangeten pokoknya.

Gallery PSBR 2019 - Saya Jaket Hitam garis hijau, Mas Lutfi dan Heru (Magelang Runners)
Gallery PSRB 2019 - Saya Jaket Hitam garis hijau, Mas Lutfi dan Heru (Magelang Runners)

Saya berangkat ke Bandung bertiga bersama rekan Komunitas Magelang Runners (Heru dan Lutfi) menggunakan armada bus Budiman Magelang - Bandung. Berangkat Jumat sore, 26 Juli 2019 dari terminal Tidar Magelang. Perjalanan sempat berhenti transit sebentar untuk makan malam dan solat  di daerah Lumbir, Purwokerto.

Lalu berlanjut sampai destinasi terakhir seharusnya di Terminal Cicaheum, namun kita lebih memilih turun di Bunderan Cibiru, Bandung karena sudah janjian dengan rekan untuk dijemput di sekitar wilayah itu. Turun sampai Bandung Sabtu pagi dini hari, 27 Juli 2019 pukul 03:30 WIB.

Untuk penginapan sebelumnya saya sudah booking sekitar 3 bulan sebelum event berlangsung. Di Ariandri Residence Hotel yang berada di Jalan Cilaki, Bandung. Kalau ditarik jarak secara Google maps dengan Gedung Sate nya sih sekitar 700 meter.

Pengambilan RPC - PSRB 2019

Gallery PSBR 2019 - Hotel Harris, Cimbeluit, Bandung (agoda.net)
Gallery PSRB 2019 - Harris Hotel & Conventions Festival Citylink di Jln Peta, Bojongloa Kaler, Kota Bandung (agoda.net)

Pengambilan Racepack Collection (RPC) PSRB 2019 bertempat di Ballroom Harris Hotel & Conventions Festival Citylink yang berada di Jl. Peta, Bojongloa Kaler. Akses lalu lintas menuju venue cukup macet agak crowded dikarenakan bertepatan dengan malam Minggu. RPC saya ambil di hari Sabtu, 27 Juli 2019.

Sesampainya dilantai tempat pengambilan RPC ternyata antrian sudah cukup memanjang. Official memberlakukan buka tutup antrian supaya tidak menimbulkan kepadatan di dalam area Ballroom. So far masih wajar sih, namanya event yang ditunggu - tunggu setiap tahunnya. Seperti biasa tradisi foto - foto sesama sedulur runners sudah menjadi bagian wajib disini.

PSBR 2019 - Susana Antrian pengambilan RPC di Ballroom Hotel Harris, Bandung
Gallery PSRB 2019 - Susana Antrian pengambilan RPC di luar Ballroom Hotel Harris, Bandung

PSBR 2019 - Susana pengambilan RPC di Ballroom Hotel Harris, Bandung
Gallery PSRB 2019 - Susana pengambilan RPC di dalam Ballroom Hotel Harris, Bandung

PSBR 2019 - Isi RPC, Jersey Depan Pocary Sweat Bandung Run (PSBR) 2019
Gallery PSRB 2019 - Isi RPC, Jersey Depan Pocari Sweat Bandung Run (PSRB) 2019

Gallery PSBR 2019 - Jersey Belakang Pocary Sweat Bandung Run (PSBR) 2019
Gallery PSRB 2019 - Jersey Belakang Pocari Sweat Bandung Run (PSRB) 2019

Hari H Event - PSRB 2019

Terlambat 5 menit

Saya bertiga bersama Heru dan Lutfi bangun jam 3 dini hari. Karena waktu start untuk kategori untuk Half Marathon (HM) pukul 05:15 WIB. Sesudah mandi, kita memutuskan untuk solat di masjid area gedung sate. Solat Shubuh baru dimulai pukul 04:50 WIB dan baru selesai pukul 05:00 WIB pagi. Kita harus mengantri kembali ketika ingin menaruh tas di dropbag area. Disini sebenarnya kita sedikit agak kecewa dengan panjangnya antrian di dropbag.

Dikarenakan official yang jaga di dropbag jumlahnya terbatas, akhirnya terjadi antrian yang cukup panjang. Hal ini mengakibat banyak dari teman - teman runners mengambil kategori HM yang terlambat untuk start nya. Seperti saya rekan saya mas Rendy dari Komunitas Playon Jogja mengalami keterlambatan start hingga 5 menit.

Semoga yang satu ini bisa dijadikan evaluasi untuk official PSRB 2019 dengan menambah jumlah main power official yang berjaga di drop bag. (Kalau tulisan ini dibaca sama temen2 offcial sih, wkwkwk).

Sepanjang Race dan Rute

Karena start yang terlambat 5 menit alhasil saya bersama Mas Rendy harus sedikit nge gas di KM KM awal yang mana rencana awal kita ingin maen santai terlebih dahulu di kecepatan (pace) 7.00 harus sedikit naik ke pace 6.30 guna mengejar ketetinggalan dengan rombongan pelari HM. Hingga akhirnya berhasil menyalip temen - temen pacer sub 3 jam.

Dari KM 1 hingga KM 10 sebenarnya saya nyaman dengan pace 6.45. Saya lihat timer di jam tanganku menunjukkan 1 jam 10 menit. Hingga di sekitar Jembatan layang (Fly Over) Stasiun Kiara Condong saya sedikit memperlambat pace karena kondisi elevasi sedikit agak naik. Namun setelah KM 10 saya tertinggal dari mas Rendy yang sudah nyaman dengan pace yg dia jalani.

Maklum saja tiap latihan lari yang saya lakukan rata - rata hanya berjarak 5 Km saja, jauh - jauhnya 10 Km. Dan ini boleh dibilang HM pertama di tahun 2019 sesudah event Borobudur Marathon 2018. Jadi management kecepatan dan waktu saya memang belum bisa bagus jika berlari diatas 10 Km.

Dilempar Gelas Plastik di Water Station KM 11 

Ada nih kejadian unik dan pertama kalinya sepanjang saya mengikuti event lari marathon. Kalau temen - temen runners FM mendapatkan guyuran air segar dari tim cheering, saya malah mendapat lemparan gelas plastik dan mengenai kepala saya. Waaasemmmmm.... :D

Memang sih ga ada foto ketika saya pas dilempar gelas plastik (dikiranya hoax entar). Tapi ya yang saya ceritakan ini apa adanya sesuai yang saya alami. Jadi setelah mengambil minum dengan gelas isotonik dan air putih di KM 11 tiba - tiba saya dilempar gelas plastik. Tidak sakit sih memang, tapi kok yo buangnya kok ga lihat - lihat dulu. Saya pastikan itu gelas yang diminum oleh pelari lainnya.

Awalnya saya tidak mempermasalahkan kejadian tersebut. Saya memakluminya karena saking banyak nya pelari yang berebut untuk minum. Namun ketika saya melanjutkan lari sampai KM 12 ternyata ada mbak - mbak yang saya lupa namanya siapa dia mendampingi saya berlari lalu memperkenalkan diri ke saya dan dia bilangnya berasal dari Tangerang runners kalau tidak salah.

Akhirnya terjadi obrolan singkat, inisial saya tulis mbak2 aja ya soalnya saya benar - benar lupa nama mbaknya yang satu ini :

Mbak2 : "Mas tadi yang kena lemparan gelas ya"
Saya : "Iya mbak"
Mbak : "Itu tadi yang lempar saya mas, mohon maaf ya mas"
Saya : "Ow ya gapa2 mbak"
Mbak2 : "Tadi saya coba buang ke arah atas ternyata malah meleset kena kepalanya masnya. Sekali lagi mohon maaf ya mas"
Saya : "Iya mba santai aja, tadi juga di WS crwoded juga, mbak nya dari mana?"
Mbak2 : "Saya (lupa nama nya), dari Tangerang Runners, lha masnya?"
Saya : "Adit dari Magelang runners, Borobudur"
Mbak2 : "Ow borobudur, kemaren saya ikut 10K yg di Borobudur Marathon, itu lumayan ya elevasinya"
Saya  : "Ya seperti itulah, saya aja yang HM thn kmrn juga terseok seok disana, besok ikut yg mana?"
Mbak2 : "Saya HM mas"
Saya : "Kalau gitu latihannya dikencengin mba, HM Bormar lebih gila dari HM Bandung elevasinya"
Mbak2 : "Iya mas saya sudah tau kok"
Saya : "Ya dah mbak saya duluan ya" (karena posisi ku dengan mas Rendy Playon sudah tertinggal agak jauh)
Mbak2 : "Ya mas, sekali lagi mohon maaf soal yang tadi"
Saya : "Ya mba santai aja"

Kemudian setelah obrolan singkat itu, kita melanjutkan larinya masing - masing.

KM 17 - Drama Berulang Setiap Mengikuti Race Marathon

Dan lagi, kejadian hampir serupa yang sempat saya alami ketika saya mengikuti HM di Malang Marathon 2018 dan HM Borobudur Marathon 2018 yakni kaki ketarik.

Dari KM 10 hingga KM 15 sebenarnya saya masih nyaman - nyaman saja dengan pace 6.45 sd 7.00. Saya memang tidak berniat mempush diri saya untuk berlari lebih cepat. Karena saya paham management waktu saya jika berlari diatas 10 Km masih belum terlalu optimal.

Ketika memasuki KM 17 memasuki kawasan Jln. Pajajaran, Bandung bagian telapak kaki sebelah kanan saya terasa sangat nyeri untuk menapak. Kalau dibilang dari sisi sepatu nya, selama latihan saya pakai tu sepatu (League Legas Evo LA) dan nyaman - nyaman saja. Karena sesuai dengan bentuk kaki saya yang bertipe lebar. Tapi faktor terbesar yaa karena memang jarang lari diatas 10 KM jadi terjadi nyeri seperti itu.

Gallery PSBR 2019 - Pocary Sweat, Medal dan Sepatu Lari League
Gallery PSRB 2019 - Pocari Sweat, Medal dan Sepatu Lari League

hingga akhirnya di salip oleh mas Alex dan Mas Leo dari Komunitas Longrunranger, yang mana mereka sudah saya dahului sejak KM 2.

Gallery PSRB 2019 - Saya (Jersey Pacer Hitam), Mas Leo dan Mas Alex (Komunitas Longrunranger)

Sempat saya berhenti sebentar karena sehabis simpang lampu merah yang saya lupa nama tempatnya sesudah KM 17 di sekitar Jln. Pajajaran tersebut. Karena meminta bantuan tim medis yang stand by di pinggir jalan  untuk mengoleskan cream salonpas gel. Sejatinya yang terasa nyeri dibagian telapak kaki kanan.

Tapi pikir saya kalau harus membuka sepatu dan kaos kaki panjang, akan menyita waktu terlalu lama. Sehingga bagian otot belakang betis lah yang diolesin salon pas gel oleh tim medis. Alhamdulillah sedikit membantu dan saya bisa berlari walau dengan pace 8.00 kalau tidak salah.

Sempet menyalip mas Wawan dari Komunitas RIOT Solo. Dia menyapa saya karena dia tau saya berasal dari Magelang. Dia malah bilangnya sudah kerasa kram jadi hanya bisa berjalan kaki cepat.

Sesudah itu saya melanjutkan lari saya, hingga alhamdulillah finish tepat di depan Gedung Sate dengan catatan waktu Official Timing 2 Jam 47 Menit 57 Detik. Memang belum bisa mendapatkan Personal Best (PB) Time Record, sisi positifnya saya bisa finish dengan sehat walafiat.

Galerry PSBR 2019 - Race Result Saya, No. BIB 30284, Pocary Sweat Run Bandung 2019 via Aplikasi Born to Sweat
Galerry PSRB 2019 - Race Result Saya, No. BIB 30284, Pocari Sweat Run Bandung 2019 via Aplikasi Born to Sweat

Review Singkat Event - PSRB 2019

PSBR 2019 - Photo booth di race central PSBR 2019
PSRB 2019 - Photo booth di race central PSRB 2019

Setelah menceritakan pengalaman saya ketika berlari, saya akan mencoba sedikit me review memberikan kesan dan pesan mengenai event Pocari Sweat Run Bandung (PSRB) 2019. Review ini bersifat pribadi sesuai dengan saya alami dan tidak ada kaitannya atau disponsori oleh pihak - pihak lainnya manapun. Berikut ulasan selengkapnya :

Publikasi & Registrasi Event

Untuk publikasi event ini saya lebih sering memantau perkembangannya melalui social media Instagram @pocarisportid dari info - info pre race dan after race semua terpublikasi rapi, lengkap dan uptodate disana. Sedangkan untuk proses registrasi dilakukan melalui website https://www.pocarisweat.id/. Biaya pendaftaran sendiri saya memperoleh slot Early Bird (EB) for HM yakni Rp. 500.000,- Dikarenakan mendapatkan jatah slot EB, maka saya bisa memberikan custom name di Jersey PSRB 2019 yang saya order ini.

Cukup was - was juga ketika proses pendaftaran waktu itu, karena hanya berselang setengah jam atau bahkan hanya 15 menit saja dibuka di halaman resmi website, ribuan slot lari ludes dilahap oleh ribuan temen - temen runners dari seluruh penjuru tanah air. Karena animo yang begitu tinggi akan race event yang satu ini.

Racepack Collection (RPC)

Pengambilan RPC bertempat di Hotel Harris Bandung. Lalu lintas menuju tempat pengambilan RPC cukup macet. Hal ini bisa dimaklumi karena bertepatan dengan malam minggu. Ketika menuju masuk area Ballroom juga terjadi antrian cukup panjang. Namun sepertinya official sudah siap dengan itu semua. Diberlakukan sistem buka tutup supaya jumlah peserta lari yang ada di dalam Ballroom tidak overload. Konsep antrian dan design ruangan pengambilan RPC hampir mirip ketika Borobudur Marathon 2018 di Hotel Artos, Magelang.

Isi RPC cukup minimalis menurut saya pribadi. Isi RPC terdiri dari Jersey lari, Nomor BIB beserta peniti, satu buah Snack Soyjoy dari Otsuka, satu buah Mens Biore cool oil clear ukuran mini, satu buah Mens biore coolenergy ukuran standar, beberapa voucher diskon dari Gojek, browsur sponsor, panduan singkat race event dan tas slempang.

Suhu Udara dan Cuaca

Overall perihal cuaca di Kota Bandung ketika event berlangsung cukup cerah. Udara cukup sejuk selama berlari di Kota Bandung. Suhu udara hampir mirip ketika saya mengikuti Event Malang Marathon di Kota Malang. Dengan tingkat kelembapan udara cukup rendah sehingga berlari sejauh 21 KM tidak akan merasa gerah atau mengeluarkan keringat secara berlebihan. 

Starting Line & Dropbag Area

Sebenarnya tidak ada masalah dengan area starting line. Untuk kategori Half Marathon start dimulai pukul 05:15 WIB. Namun karena terjadi antrian yang cukup panjang di dropbag area, mengakibatkan saya menjadi terlambat sekitar 5 menit. Bahkan ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saya dan rekan saya masih berada di tengah lajur antrian dropbag area.

Kok antri naruh tas di dropbag area nya tidak lebih awal mas?

Memang betul saya tidak datang lebih awal untuk menauh tas di dropbag area, karena pukul 04:50 WIB saya harus terlebih dahulu menjalankan kewajiban sebagai umat muslim yakni Solat Shubuh di masjid area Gedung sate. Saya pribadi tidak mau meninggalkan ibadah ini hanya demi sebuah event lari.

Saya perhatikan disini official juga sedikit ngirit jatuhnya. Karena orang bertugas ngurusin drop bag sangatlah terbatas, saya lihat hanya ada 6 - 8 petugas sehingga yang bertugas melayani di masing - masing lajur antrian yang cukup panjang.

Setiap official dropbag bertugas mencatat tas titipan, memberikan label penomoran, serta masih bolak balik menaruh ke dalam tempat yang disediakan. Bagi saya dengan harga race yang cukup lumayan dan event sekelas PSRB 2019 hal seperti ini tidak terjadi lagi untuk event PSRB di tahun berikutnya. Cukup banyak, tak cuma saya untuk kategori terutama HM yang mengalami start terlambat beberapa menit dikarenakan mengantri menaruh tas atau barang bawaan di tempat ini.

Marshall

Penempatan official untuk marshall menurut saya sudah sesuai. Saya tidak memperoleh kabar jika ada pelari yang salah jalur atau nyasar. Dibeberapa titik - titik persimpangan atau pertigaan juga dibantu aparat bapak - bapak dari kepolisian. Walaupun sempat disambut oleh suara - suara klakson kendaraan dari warga Bandung. Namun overall mereka sudah bertugas semaksimal mungkin dan saya appreciate untuk hal ini.

Pacer

Info soal pacer PSRB 2019 saya kurang begitu banyak mendapatkan. Dan tidak sempat untuk berlari bareng mereka ataupun sekedar ngobrol. Saya hanya sempat menyalip Pacer sub 3 jam ketika memasuki KM 2.

Water Station (WS)

Water Station dengan sponsor utama Pocari Sweat memang sudah tidak diragukan lagi. Walaupun saya tergolong pelari dengan pace siput, namun dari WS pertama hingga WS terakhir. Baik isotonik dan air mineral tetap terasa dingin. Tidak ada penumpukan atau antrian pelari untuk berebut minum. Semuanya tertara dengan rapi dari penuangan air minum hingga yang diberikan ke para pelari yang melewati. Tempat sampah juga saya lihat disediakan cukup banyak disekitar lokasi WS.

Tim Medis

Saya hampir tidak pernah berurusan dengan mereka ketika mengikuti sebuah event marathon. Namun kali ini saya membutuhkannya ketika mengalami nyeri dibagian telapak kaki kanan memasuki KM 17. Ada beberapa petugas medis yang stand by membawakan salonpas gel. Mereka dengan sigap mengoleskan salon pas gel di kedua kaki saya.

Sempat ditawarkan pula oleh mereka untuk membuka sepatu namun atas pertimbangan saya pribadi, itu akan menyita waktu dan saya pribadi masih mampu berjalan (berlari pelan) akhirnya hanya kaki belakang di balik betis yang diolesin salonpas gel.

Fotografer

Gallery PSBR 2019 - Melewati Jalan Asia Afrika, Pocary Sweat Run Bandung 2019 (Pic2Go)
Gallery PSRB 2019 - Melewati Jalan Asia Afrika, Pocari Sweat Run Bandung 2019 (Pic2Go)

Bagi pelari - pelari hore seperti saya ini. PB bisa berarti selain Personal Best. yakni PB berarti Photo Banyak. Dari KM 1 hingga KM 10 saya lihat memang tidak ada fotografer yang stand by. Ternyata mereka banyak stand by di sekitar Jalan Asia Afrika, Terowongan Alun - Alun Kota Bandung - & Jalan Braga yang notabene  menjadi landmark nya Kota Bandung.

Pic2Go lalu Cerita Lari dan team, menjadi temen - teman yang mensupport supaya para pelari mendapatkan Poto Banyak di PSRB 2019.

Finish Line & Community Support

Ketika memasuki garis finish sepanjang 500 meter menjelang garis finish hampir semua pelari di sambut oleh cheering dari berbagai komunitas. Saya sendiri tidak hafal nama - nama komunitas apa saja yang menyambutnya kemungkinan komunitas lari di Bandung dan sekitarnya. Saya lihat yang terbanyak dari Komunitas Run is Our Therapy (RIOT) Indonesia.

Gallery PSBR 2019 - Foto Bareng bersama Ihsan, Heru, Lutfi, Mba Lilis dan Mas Rendy di Belakang Gedung Sate
Gallery PSRB 2019 - Foto Bareng bersama Ihsan, Heru, Lutfi, Mba Lilis dan Mas Rendy (Magelang Runners) di Belakang Gedung Sate

50 meter menjelang finish line si MC pun tak kenal lelah menyambut setiap runners yang memasuki garis finish. Dengan disebutnya para pelari yang pada umumnya dari jersey yang mereka kenakan oleh si MC, secara tidak langsung menambah power up dan rasa bangga para runners di sisa - sisa kekuatan yang dimilikinya. Selain itu, para Fotografer sudah siap menyambut di depan garis finish.

Race Central / Race Village

Sesudah pengalungan medali. Para runners disambut dengan hiburan dari band ibukota Project Pop, Stand - stand makanan tradisional, beberapa photo booth khas PSRB 2019 serta tentunya cilok gratis yang sudah disediakan bekerja sama panitia dengan para pedagang cilok di Kota Bandung.

Gallery PSBR 2019 - Antrian Free Cilok  di Race Venue Gedung Sate, Pocary Sweat Run Bandung 2019
Gallery PSRB 2019 - Antrian Free Cilok  di Race Venue Gedung Sate, Pocari Sweat Run Bandung 2019

The Last But Not Least

Itulah sedikit yang bisa saya bagi ketika mengikuti event Pocari Sweat Run Bandung (PSRB) 2019. Memang target saya untuk memporeh personal best time record disini namun apa daya niat hati ingin terus berlari namun kaki kanan tidak bisa diajak support. Tapi alhamdulillah yang patut saya syukuri adalah saya bisa kembali dengan keadaan sehat walafiat.

PSBR 2019 - After Finish Line Pocary Sweat Run Bandung 2019
Gallery PSRB 2019 - Finish Line Pocari Sweat Run Bandung 2019 (Maaf cuma pacer abal - abal, bukan pacer beneran, wkwkwkwk)

Terima kasih untuk warga Bandung, Pocari Sweat, Bank Jabar dan beberapa pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu karena telah mensukseskan event lari marathon yang cukup menyenangkan yang satu ini. Setelah selesai event kurang rasanya jika berlari di Bandung tanpa menikmati destinasi dan wisata kulinernya.

Namun perjalanan wisata selama di Kota Bandung, tidak akan saya ceritakan disini karena tidak masuk dalam topik tulisan yang saya review kali ini. Dan jika ditanya tahun depan ikutan event ini lagi apa tidak, jawabannya wajib. Event sekeren ini wajib dijadikan agenda wajib tahunan bagi saya. Terakhir, jangan lupa tersenyum atas pencapaian kita hari ini :)

See you on the next event ...........
Diberdayakan oleh Blogger.